Analisis Mimpi: Jalan Hidup Sang Filsuf

Museo de Arte de Ponce Pictures

Deskripsi

(Mimpi baru dapat ditulis pukul 19:16 WIB)

…(Sesi mimpi sebelumnya terlupakan)… Kulihat temanku, Adiwijaya (bukan nama sebenarnya) sedang berjalan di sebuah plaza berlatar belakang suasana abad pertegahan. Di tempat ini banyak orang mengenakan pakaian berbahan linen yang terlihat lusuh. Bangunan di tempat ini menjulang seperti benteng, dengan tembok yang dilapisi tanah liat – tampak seperti material yang lazim digunakan pada rumah-rumah di kawasan mediterania. Dia kemudian menyusuri jalan bermozaik batu-batuan ke sebuah gang di mana seseorang berteduh di antara bayangan tembok yang tinggi. Pria yang ditemuinya mengenakan pakaian seperti pemain pedang dari zaman renaissance, hanya dengan dekorasi sederhana dan serba putih (pakaian semacam itu pernah kulihat dari channel youtube ‘Lindybeige’ yang sedang membahas senjata bernama ‘Fauchardglaive - guisarme’). Ketika dia datang, pria itu menuliskan sesuatu pada gulungan yang dibawanya. Adiwijaya menyampaikan padanya kalau Raja membutuhkan jasanya.
(di sini terjadi dialog, sulit untuk dikatakan kembali, tetapi intinya pria itu menceritakan nasib yang akan dialaminya).
Pria itu menolaknya dengan alasan dia ingin menjadi prajurit.
Adiwijaya bersikeras kalau sang Raja perlu seorang filsuf.     
Karena tetap menolak, maka sang Raja datang secara langsung, dia terlihat seperti tokoh biksu Tong dari serial ‘Kera Sakti’. Sang Raja mengenakan mahkota yang sama persis seperti biksu Tong, hanya saja jubah yang dikenakannya terbuat dari bahan sutra (hampir mirip seperti yang dikenakan oleh Geddy Lee dalam video musik ‘Xanadu’) berwarna putih dengan beberapa dekorasi yang dibordir. Sang Raja mengungkapkan keinginannya kembali. Si pria menjawab dengan mengatakan kalau konsekuensinya adalah dia akan membunuh sang Raja suatu hari nanti. Namun sang Raja tidak keberatan sama sekali, dan mengutarakan kalau selama ini mencari seorang pengganti yang tepat. (Berikut ungkapan sang Raja semampu yang kuingat) “You are a king too… but without crown, and without royal blood(line).
Mimpi terputus, beralih ke mimpi lain.
***

Interpretasi

Interpretasi yang bisa saya lakukan di sini sekedar berfokus pada tokoh-tokoh yang muncul, relasinya, dan pernyataan yang diungkapkannya.
Di fase kesadaran saat terjaga, tokoh Adiwijaya berperan layaknya dewa Hermes dalam mitologi Yunani kuno. Tampaknya mimpi saya menggunakan sosoknya sebagai agen penyampai pesan, tetapi mengapa tidak mengambil wujud Hermes atau malaikat saja? Bila melihat lagi ke kenyataan, Adiwijaya tidak sekadar menyampaikan pesan karena diminta, namun dia punya maksud tertentu yang konsekuensinya menjerumuskan saya pada kondisi tertentu. Kondisi yang dimaksud salah satunya adalah penerungan pada hidup saya sendiri. 

My Hero, Geddy Lee

            Selanjutnya si pengirim pesan yang mengutus Adiwijaya, sang Raja, persona yang tampil sebagai biksu Tong bisa dikatakan bahwa dia bukan berkuasa secara politis, tetapi dari segi religi dan bersifat transendental. Kalau hanya ditelaah dari sisi peran dan posisi seorang Raja tidaklah cukup. Maka detail atribut seperti jubah yang dikenakannya perlu dibawa ke medan interpretasi, ada dua kemungkinan berdasarkan konteks penampilan Geddy Lee. Pertama artinya dapat merujuk pada lirik lagu ‘Xanadu’, kedua pada lagu ‘A Farewell to Kings’, berikut uraiannya.
  • Kemungkinan dalam Xanadu
Secara garis besar lagu ini bercerita mengenai perjalan seseorang mencari keabadian di sebuah tempat bernama Xanadu. Tempat itu digambarkan sebagai balairung berkubah di balik taman tersembunyi yang dapat dicapai dengan mengikuti aliran sungai keramat dan melewati goa es. Tempat tersebut dibangun oleh kaisar mongol yang bernama Kubla Khan (Kubilai Khan; mungkin interpretasi ini dapat dirujuk sampai ke puisi Samuel Colleridge yang berjudul ‘Kubla Khan’, namun dalam deskripsi tak ada simbol yang menjadi bukti keterkaitannya). Ironisnya, keabadian tersebut berujung menjadi penjara bagi pencari karena tak tahan dengan kekekalannya sendiri.
 Sampai di sini tokoh Raja tak dapat dikatakan sebagai Kubla Khan, dan perintahnya adalah mengangkat si pria berpakaian pemain pedang sebagai filsuf dan mewarisi tahtanya di kemudian hari. Tidak berhubungan dengan keabadian, namun terdapat petunjuk pada potongan lirik berikut “To stand within the pleasure dome/ Decreed by Kubla Khan”. Seperti halnya Kubla Khan, sang Raja memberi kewenangan yang tak dapat disangkal, dalam lagu tersebut Xanadu adalah anugerah (sekaligus hukuman di kemudian hari), begitu juga menjadi filsuf bagi si pria berpakaian pemain pedang – dia tahu akan dibebani tanggung jawab menjadi Raja (yang mungkin mengancam kebebasannya sendiri?).

  • Kemungkinan dalam A Farewell to Kings
Lagu satu ini mengungkapkan bahwa seseorang dapat menjadi sangat korup dan merugikan bila menyalahgunakan kekuasaannya. Para penguasa macam itu mungkin tak dapat dilawan, sekurang-kurangnya secara fisik, Geddy Lee membayangkan bahwa perlawanan yang mungkin adalah secara mental melalui pemikiran kritis.
Secara logis, inti lagu tadi dengan perintah sang Raja untuk menjadi filsuf merupakan arti scene tersebut. Hal ini didukung pula dengan ungkapan si pria pemain pedang yang lebih tertarik untuk menjadi prajurit – kemungkinan untuk melakukan perlawanan secara fisik. Senada dengan isi lagu tersebut “The minds that made us strong?/  Oh can't we learn/ To feel what's right and what's wrong? What's wrong//”, tokoh Raja mempertimbangkan seseorang yang mampu mengelola pikirannya dan memahami perbedaan antara yang baik dan buruk.

Sampai sini, kemungkinan Xanadu saya letakan dalam ‘tanda kurung’, dan kemungkinan A Farewell to Kings diterima. Selanjutnya, apa makna pernyataan “You are a king too… but without crown, and without royal blood(line)”? Untuk mencari jawabannya saya memulai dari konsekuensi kemungkinan A Farewell to Kings: konsep raja filsuf-nya Plato.
Konsep raja filsuf merupakan gambaran pemimpin ideal menurut Plato. Konsep ini tak lepas dari pembagian strata individu dalam masyarakat, dari bawah ke atas terdiri atas artisan – guardian (soldier) – philosopher king. Menurut Lane (2016), strata tersebut juga membatasi perkawinan individu dalam strata yang sama, dan secara otomatis menempatkan anak hasil perkawinan dalam strata tersebut. Akan tetapi, untuk mencapai status raja filsuf diperlukan kebajikan yang tinggi dan kecintaan pada kebijaksanaan, bila demikian maka individu dari kelas artisan pun layak menjadi raja filsuf. Di samping kriteria tersebut, adapun sikap yang menjadi pertimbangan apakah seseorang layak menjadi raja filsuf, yaitu tidak berhasrat pada kekuasaan karena kecenderungan untuk berkontemplasi mengenai makna hidup. Berdasarkan kecenderungan tersebut, diasumsikan bahwa filsuf dipercaya untuk memimpin karena kapasitas intelektual dan moral yang didukung oleh kedalaman pemikirannya.
 Bila di hubungkan dengan konsep raja filsuf, pernyataan  You are a king too… but without crown, and without royal blood(line)” menunjukan kecenderungan seseorang dalam memegang kekuasaannya. Mahkota berarti menunjukan kalau pemimpin ada karena dinobatkan, sedangkan darah merujuk pada arti kalau pemimpin itu dilahirkan. Tanpa mahkota dan darah, maka dapat dikatakan bahwa pemimpin tersebut ada karena usahanya, dari apa yang dipelajari sekalipun orang tidak yakin atau tidak mengharapkannya.
Sebagai pesan untuk diri saya sendiri, mimpi ini terasa seperti ucapan motivator mengingat saya memiliki keengganan untuk memimpin. Sejak kecil ada perasaan khawatir yang tak dapat dijelaskan manakala saya ditunjuk menjadi pemimpin, bahkan bila itu sekedar dalam permainan saja. Bila diingat kembali kesempatan menjadi pemimpin yang telah saya sia-siakan di antaranya adalah menjadi ketua kelas (SD s/d SMK), pemimpin ‘simbolis’ di salah satu event semasa mabim, ketua angkatan, Presidium 1 di Mumas, dan terakhir ketua ASAS. Di saat yang sama saya menyadari kecenderungan bahwa saya dapat menjadi seorang yang totalitarian, bahkan machiavelian. 

Referensi
 Lane, M. (2016, June 7). Philosopher king | philosophy. Retrieved from https://www.britannica.com/topic/philosopher-king

Posting Komentar

1 Komentar

  1. 4x8 sheet metal prices near me
    4x8 sheet metal prices near me · Best titanium blade Buy mens wedding bands titanium online now · No coupons on Store. · dei titanium exhaust wrap Buy online now titanium alloy nier · Store. 4x8 sheet metal prices near ford edge titanium 2019 me · Best Buy online now.

    BalasHapus